Kamis, 09 Januari 2020

Penyebab Ketombe yang Berbeda dari Penyebab Umumnya.




ain merasakan gatal, berkeringat, panas kita juga sering merasa terganggu dengan ketombe yang hidup di kepala kita. Ketombe dapat menurunkan rasa percaya diri apalagi jika berjatuhan ke bahu dengan pakaian berwarna hitam sehingga pusat atensi orang yang ada di sekitar kita terpusat pada ketombe tersebut. Pasti tidak ingin, kan?
Sekian kali mengganti produk shampoo untuk menghilangkan ketombe secara maksimal, tapi tidak sedikit pun mengurangi jumlah pertumbuhan ketombe yang ada di kepala, justru akan semakin banyak dan lebih banyak lagi. Ternyata, kita harus mengetahui terlebih dahulu hal yang menyebabkan ketombe itu dapat tumbuh di kulit kepala kita.
Penyebab umum ketombe yang sudah menjadi persepsi mutlak banyak orang adalah kurangnya menjaga higienis rambut yang diakibatkan jarang untuk dibersihkan, atau polusi udara yang tercemar dan berinteraksi langsung dengan kepala. Atau anggapan lainnya adalah terlalu giat beraktivitas sehingga berkeringat dan menyebabkan rasa gatal di kepala.
Namun, menurut Sophia Emmanuel seorang ahli dermatologi bersertifikat, ketombe dalam kondisi umum dialami oleh semua orang dengan tingkat yang berbeda.
Menurut Shopia Emmanuel juga yang dilansir dari Jawapos, ternyata penyebab lain ketombe dari penyebab umumnya adalah sebagai berikut:
  1. Kulit kepala kering. Kelebihan kulit kering dapat menyebabkan pengelupasan sehingga membuat kulit kepala menjadi kencang dan terasa gatal. Kulit yang kering tersebut akhirnya pecah menjadi serpihan putih yang sering kita sebut sebagai ketombe.
  2. Penumpukan produk. Sering berganti produk untuk kulit kepala sebenarnya bukan solusi untuk mengoptimalkan rambut dan kulit kepala sehat. Justru hal ini akan memburuk dan membuat pertumbuhan ketombe semakin tidak terkendali. Ada baiknya, kita konsisten untuk menggunakan satu produk dan lebih baik lagi menggunakan produk yang memang bagus dan disarankan oleh banyak para ahli dermatologi.
  3. Kulit kepala berminyak. Hal ini membuat pH kulit tidak seimbang ketika kelenjar minyak sebaceous mengeluarkan terlalu banyak jumlah sebum. Dilansir dari journal.sociolla, kelenjar sebaceous adalah kelenjar yang mengeluarkan cairan berupa minyak atau seperti berlilin yang kemudian disebut dengan sebum. Fungsinya untuk melumasi serta membasahi kulit mamalia. Pada kulit manusia, kelenjar ini tidak hanya terdapat pada kulit kepala, namun juga pada menyebar dengan jumlah yang besar pada seluruh anggota tubuh kecuali telapak tangan dan telapak kaki.
  4. Jamur yang Berkembang biak. Menurutnya, pengelupasan kulit di kepala mungkin saja terjadi akibat perkembangbiakan jamur di kulit kepala. Ragi dan malassezia furfur adalah dua jenis jamur yang hidup serta berkembang biak di dalam tubuh dengan jumlah yang kecil. Hal ini terjadi ketika jamur ragi dengan jumlah yang terlalu banyak apalagi jika di kulit kepala terdapat luka bekas digaruk karena rasa gatal yang tidak bisa ditahan. Kondisi jamur ini terlihat seperti ketombe, tetapi lebih tebal dan sulit untuk diatasi. Meskipun jamur malassezia hidup di kepala tanpa menyebabkan penyakit, tetapi jika dibiarkan berkembang biak, jamur ini akan dengan mudah menyebabkan iritasi pada kulit kepala. Iritasi ini terjadi dengan menyebabkan pertumbuhan sel kulit yang lebih cepat. Sel kulit yang mati secara berlebihan akan menempel dirambut dengan kerak dan sisik yang akhirnya akan jatuh ke pakaian.
Sementara itu, dilansir dari Rumahsbn, ada pun faktor yang rentan terkena ketombe adalah:
  1. Hormon tinggi pada pria, itu sebabnya pria lebih berisiko terkena ketombe.
  2. Seseorang yang baru saja memasuki usia dewasa.
  3. Para penderita HIV.
  4. Seseorang dengan kondisi psikis sedang stres.

Itulah sedikit ulasan mengenai penyebab munculnya ketombe. Maka dari itu, yuk, rajin merawat rambut agar memiliki rambut sehat dan segar sepanjang hari.


EmoticonEmoticon